Wagubri: PPKM Level IV di Riau Cukup Efektif Tekan Penyebaran Covid-19

0
Wagubri Edy Natar Nasution mempresentasikan kondisi terkini kasus Covid-19 di Riau. (f: int)

Pekanbaru, GoMediaKu.Com – Wakil Gubernur Riau (Wagubri) Edy Natar Nasution mengatakan, beberapa upaya Pemprov Riau dalam melakukan PPKM Level IV di Provinsi Riau cukup efektif dan berhasil dalam menurunkan angka penyebaran dan mengendalikan laju penyebaran COVID-19.

“Upaya yang dilakukan oleh Pemprov Riau bisa dikatakan cukup efektif dan berhasil dalam mengendalikan laju penyebaran COVID-19,” tutur Wagubri, saat menghadiri Rakor Evaluasi PPKM Level IV di luar Jawa-Bali secara virtual di Gedung Daerah Balai Serindit, Minggu (5/9/2021).

Wagubri juga menegaskan, pihaknya selalu berusaha untuk mengendalikan laju penyebaran COVID-19. Meskipun pada bulan Agustus tren harian kasus konflik itu menunjukkan peningkatan, namun pada awal September kasus aktif di Provinsi Riau sudah mengalami penurunan.

Selain itu, Edy menambahkan bahwa Pemprov Riau juga menyediakan fasilitas isolasi mandiri sebanyak 871 kamar dengan kapasitas tempat tidur 2105 dan terpakai 336 tempat tidur saat ini yang tersedia ada 1776 tempat tidur.

Pihaknya juga melanjutkan bahwa capaian vaksinasi di Provinsi Riau saat ini dengan target capaian 4.475.860 atau kurang lebih 70 persen dari jumlah penduduk Riau.

“Sudah kita lakukan vaksinasi pertama dengan capaian 1.081.089 orang atau 24,42 persen, kemudian capaian pada vaksinasi yang kedua berjumlah per 733.696 orang atau 16,4 persen,”

Ia menyampaikan dengan begitu kesimpulan yang dapat ditarik semua upaya dalam pelaksanaan PPKM level IV yang dilaksanakan beberapa waktu lalu itu cukup efektif dengan ditandainya wilayah di Provinsi Riau sudah tidak lagi berada di zona merah.

Rapat dipimpin Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Dalam arahannya menyampaikan rapat ini untuk mengevaluasi terkait pelaksanaan PPKM dalam dua minggu terakhir di berbagai daerah. “Secara Nasional kasus harian sudah turun di bawah 10.000, dilihat dari pertanggal 4 September 2021 terdapat 6.727 kasus,” ungkapnya. (Nur Ismi)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan Masukkan Komentarmu
Silakan Masukkan Nama Disini