Realisasi Vaksinasi Rendah, Legislator Riau Desak Diskes Aktif Jemput Bola ke Pusat

0
Vaksinasi Covid-19 di Riau. (f: int)

Pekanbaru, GoMediaKu.Com – Sejumlah legislator yang duduk di DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) Provinsi Riau angkat bicara menyusul rendahnya realisasi program vaksinasi Covid-19 di daerah ini. Mereka adalah Ketua DPRD Riau Yulisman, Wakil Ketua Agung Nugroho, dan anggota Komisi V Ade Hartarti Rahmat.

Ketiga wakil rakyat itu mendesak pihak-pihak terkait melakukan langkah-langkah strategis untuk mengejar target vaksinasi. Selain juga meminta kebijakan pemerintah pusat mendistribusikan vaksin ke Riau, mengingat soal ini menjadi wewenang pemerintah pusat.

Ketua DPRD Riau, Yulisman, misalnya, mengatakan bahwa mengingat pendistribusian vaksin diatur oleh pemerintah pusat, maka diharapkan bisa mendistribusikan vaksin untuk membantu masyarakat Riau. Hal ini dimaksudkan untuk mencapai target vaksinasi.

“Kalau di awal-awal vaksinasi hanya satu dua yang mau, sekarang tanpa diajak pun mereka sudah datang kalau ada informasi tempat vaksin. Jadi vaksin ini sekarang sudah menjadi kebutuhan,” ujar Ketua DPRD Riau Yulisman menyikapi rendahnya prosentase vaksin di Riau, Senin (13/9/21).

Selain dengan distribusi vaksin, Yulisman juga menghimbau instansi terkait agar begitu vaksin tiba, langsung disuntikkan, jangan lagi disimpan. Baik tahap 1 maupun tahap 2. Hal ini untuk memutus mata rantai pandemi covid-19.

Sebelumnya, pada pada Rapat Dengar Pendapat Komisi V DPRD Riau dengan Dinas Kesehatan Riau, Kamis (9/9/21) Wakil Ketua DPRD Riau Agung Nugroho menerangkan, capaian pelaksanaan vaksinasi di Riau sejauh ini masih sangat rendah. Dimana dari 80 persen yang ditargetkan baru 16 persen terealisasi vaksinasi tahap II.

“Bahkan banyak laporan masyarakat yang sudah divaksin tahap I, vaksin ke II nya ada yang sampai 3 bulan bahkan 4 bulan. Sementara peraturannya hanya 28 hari,” beber Agung Nugroho meradang.

Menyikapi hal itu pihaknya mendesak agar pelaksanaan vaksinasi ini dievaluasi. Ia pun berharap Diskes dapat meloby ke pemerintah pusat agar memperoleh vaksin yang lebih. Tujuannnya untuk mengejar target.

“Bahkan kami dari DPRD Riau siap mengawal. Bila perlu kita berkemah di depan kantor Kementerian itu sampai vaksin itu betul-betul turun ke masyarakat,” kata Agung dengan mimik serius.

Menurut politisi Partai Demokrat ini, satu-satunya obat kekebalan tubuh agar terhindar dari virus Covid-19, hanya vaksin tersebut.

Dikonfirmasi terpisah, anggota Komisi V DPRD Riau Hj Ade Hartati Rahmat MPd membenarkan RDP yang dipimpin Agung Nugroho, yang agendanya membahas program vaksinasi di Provinsi Riau itu.

“Dari rapat tadi memang kita minta ada rapat kembali dengan Diskes Riau dan kabupaten/kota. Termasuk TNI, Polri untuk menggesa pelaksanaan vaksinasi di Riau,” ujarnya, sebagaimana dilansir riauantara.co.

Adapun permasalahan terkait vaksinasi, beber politisi Partai Amanat Nasional ini, yakni terkait rendahnya realisasi vaksinasi. Hal ini terjadi karena adanya interpretasi dari daerah yang berbeda.

“Contoh vaksin masuk 1000. Nah 1000 itu 500 divaksin 500 disimpan untuk vaksin ke II. Mungkin ini yang memperlambat vaksin ke II. Interpretasi ini harus disatukan,” ucapnya.

Legislator dari Daerah Pemilihan Kota Pekanbaru ini itu mengatakan, mengingat rendahnya realisasi vaksinasi, Diskes Riau harus berupaya menjemput ke pusat agar vaksin tersebut turun ke Riau.

“Tadi pak Wakil ketua DPRD Riau mengatakan, kita harus bersama-sama jemput bola. Kita juga berharap kabupaten/kota menyatukan interpretasi tadi dan membuat strategi yang betul-betul riil dan bisa memiliki progres yang jelas,” tandas Ade Hartati. (Nur Ismi)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan Masukkan Komentarmu
Silakan Masukkan Nama Disini