Beranda Advertorial Legislatif Tradisi Khatam Qur’an Jelang Ramadan Harus Terus Dipertahankan

Tradisi Khatam Qur’an Jelang Ramadan Harus Terus Dipertahankan

0
2466

ROHUL, gomediaku.com-Di kabupaten Rokan Hulu (Rohul) ada beberapa tradisi menarik dalam menyambut Bulan Suci Ramadan. Salah satu tradisi itu adalah Khatam Qur’an, yang di gelar oleh masyarakat di Kelurahan Rokan Kecamatan Rokan IV Koto, Senin ( 1/6/2015).

Hadir dalam Kegiatan Khatam Qur’an Jelang Ramadhan ini, Wakil Bupati Rokan Hulu, Ir.H.Hafith Syukri MM, Kepala Badan Perencanaan Daerah (Bapeda) Nifzar, Kepala Badan Kesatuan Bangsa Politik (Kesbangpol) Irpan Rido, Kabag Hukum Helfiskar, Mantan Anggota DPRD Rohul dari Partai Golkar Rosidi, Tokoh Adat, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat Rokan IV Koto , Serta Ribuan Masyarakat setempat

Dalam tradisi Khatam Qur’an, di Rokan IV koto, terdapat 29 anak yang di kahatam Qur’an. Ke-29 orang anak-anak yang Khatam Qur’an ini telah menamatkan baca Al-Qur’an 30 juz.

Menurut panitia Pelaksana Indraliswar, anak-anak yang telah Khatam Qur’an akan mendapatkan Prosesi Tradisi Adat Khusus. Mereka akan di arak keliling kampung sehingga seluruh masyarakat kampun mengatahui bahwa anak-anak ini sudah menamatkan Membaca Al-Qur’aan sebanyak 30 juz.

”Dengan di arak-arak, diharapkan anak-anak, dapat terus termotivasi dalam membaca Al-qur”aan, selain itu, dengan di dibaeritahukan kepada kalayak ramai, anak-anak ini, akan menjaga kelakukan mereka karena mereka sudah di kenal sebagai anak-anak yang telah tamat baca Al-Qur’an,” jelas Indra Liswar.

Setelah di arak-arak, anak-anak yang sudah Khatam Qur’an akan melalui prosesi ”Balimau” atau proses merendam Diri di Sungai Rokan. Porsesi ini menandakan wujud Pemberseihan diri serta wujud penyerahan diri kepada sang Khalik.

Dahulunya, Tradisi Khatam Qur’an jelang Ramadan ini, hampir dilakukan di setiap kecamatan di rokan hulu. Namun sayangnya, saat ini tradisi itu hampir dilupakan, ditengah Serangan Pengaruh Tekhnologi Informasi, dan Globalisasi Saat ini.

Baca Juga  Pj Bupati Bengkalis Keluhkan Banyaknya Desa di Bengkalis yang Masuk Kawasan Hutan

Melihat hal itu, wakil Bupati Rokan Hulu, Ir. H.Hafith syukri Mengaku Prihatin. Dia berharap, masyarakat terus dapat mempertahankan Tradisi Ini dalam kehidupan mereka.

Menurutnya, Tradisi Khatam Qur’an merupakan tradisi yang senyawa dengan Program pemerintah yaitu Program Menghafal Dan Membaca Al-Qur;an. Tradisi Ini juga menjadi bagian dalam Aplikasi Julukan Negeri seribu Suluk yang di sandang Rokan Hulu selama Ini.

”Tradisi Kahtam Al-qur”an saat ini sudah berangsur dilupakan, ini tentunya menjadi tantangan bagi kita (Pemerinta-red), karena Tradisi ini merupakan Tindak Lanjut dari Program Kita yaitu Progam Rokan Hulu Menghafal dan membaca Al-Qur’an,” katanya.

Lanjut wabub, agar tidak punah, Tradisi Khatam Al-qur’an ini, harus ada campur tangan pemerintah daerah. Menurutnya, tradisi ini, harus dikemas sebagai Potensi ke pariwisataan seperti halnya Tradisi Balimau Kasai, yang selalu dilakukan masyarkat setiap tahunya jelang bulan puasa.

”Harus ada Campur tangan pemerintah disini, untuk kita akan instruksikan dinas Pariwisata kita, untuk mencarikan Formulanya, bagaimana Tradisi-tradisi Jelang Ramadan ini bisa dikemas sebagai Potensi Ke parwisitaaan sehingga tardisi ini bisa terus digelar setiap tahunya,” tambahnya.

Wabup berharap, dengan adanya campur tangan pemerintah dalam melestarikan tradisi kahatam Al-Qur’an ini, diharapkan dapat memotivasi seluruh orang tua, agar mengenalkan dan mendekatkan anak-anak mereka dalam membaca dan menghafal Al-Qur’an. (Adv/Yus)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini