Ratusan Petani di Rohul Kecewa, Proyek Kedelai Terancam Gagal

0

ROHUL, gomediaku.com-Ratusan Petani kedelai di Rokan Hulu mengaku kecewa berat dengan bibit kedelai bantuan dari APBN 2016. Selain lama tumbuh, tanaman yang sudah berusia 3 minggu tumbuh kerdil, masih kalah dengan bibit lokal.

”Katanya bibit unggul, tapi ya seperti ini (lama tumbuh dan kerdil),” ujar Ratinas boru Nasution, anggota Kelompok Tani Cendana Desa Menaming, Kecamatan Rambah kepada wartawan, Ahad (17/4)

Perempuan berusia setengah abad ini mengakui awalnya mendapatkan bantuan 50 kilogram (kg) kedelai dari pemerintah pusat, untuk lahan 1 hektare. Namun, ia baru mengambilnya 40 kg untuk ujicoba.

Seharusnya, ungkap Ratinas, bibit kedelai sudah tumbuh sekira 3 hari. Namun, bibit baru tumbuh seminggu kemudian. Dan ketika berusia 3 minggu, pertumbuhan kedelai kerdil, tak sesuai harapan petani. Padahal lahan yang ia miliki cukup subur, sebab bekas galangan atau tempat angon kerbau.

”Masih lebih baik bibit (kedelai) lokal. Kalau bibit bantuan tahun lalu (2014) bentuknya kecil-kecil, ini bibitnya besar-besar,” terang Ratinas sambil menunjukkan bibit kedelai unggul bantuan pemerintah yang sengaja tidak ia tanam karena kualitasnya buruk.

Ratinas mengakui setelah petani di Desa Menaming melayangkan protes dengan bibit bantuan pemerintah. Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Rohul membantu rezodium (perangsang akar).

”Lihatlah, pertumbuhan bibit lokal (kedelai) lebih subur. Kalau yang di sana (bibit dari pemerintah) ya seperti itu tumbuhnya (kerdil),” jelas Ratinas seraya membandingkan tanaman kedelai di dua lokasi yang ia tanam di sela-sela tanaman jagung dan sayuran.

”Tentu kami kecewa. Bukan hanya tenaga dan waktu, uang juga keluar,” kesal Ratinas.

Hal yang sama diungkap Wailid (56), Ketua Kelompok Tani (Koptan) Ranah Makmur Wailid, bahwa bibit kedelai bantuan pemerintah pusat tahun ini mengecewakan. Diakuinya, kualitas tak sebaik bantuan bibit tahun sebelumnya.

Baca Juga  26 Jadi PNS, Hafith Terima Tabungan Hari Tua PT Taspen Rp53 Juta

Wailid mengatakan setelah mendengar kualitas bibit kurang bagus, dirinya baru sebatas ujicoba menanam bibit di dekat gubuknya. Hasilnya, meski tumbuh, pertumbuhan kedelai juga kerdil.

Ia mengungkapkan petani masih harus menunggu hasil uji laboratorium setelah sebelumnya Dinas TPH Rohul dan Dinas Pertanian Provinsi Riau turun ke Desa Menaming.

”Kabarnya hasil lab baru diketahui hari Kamis (21/4/16),” jelas Wailid.

Sementara itu, PPL Desa Menaming, Efrianto mengatakan ada sekira 10 Koptan di Desa Menaming. Dan hampir seluruh petani anggota Koptan kecewa dengan bibit bantuan dari pemerintah pusat tersebut.

Pria yang akrab disapa Eef ini mengakui sample bibit kedelai sudah dibawa oleh pihak Dinas Pertanian Provinsi untuk uji lab. Dan hasilnya diperkirakan baru diketahui pada Kamis depan.

Eef mengungkapkan biasanya pertumbuhan kedelai bantuan dari pemerintah pusat tumbuh baik. Namun bibit kali ini diakui petani ada yang tidak tumbuh, dan meskipun tumbuh, tanaman terlihat kerdil.

Ia mengakui pihaknya pertama kali mengajukan penanaman kedelai di lahan 250 ha, namun diakomodir 205 ha, terdiri di lahan kering 50 ha, selebihnya 155 ha di lahan basah atau areal persawahan.

Dari hasil uji sample bibit kedelai dilakukan Eef memakai testes kadar air. Bibit kedelai bantuan APBN sekira 17,6 persen. Padahal sesuai label kemasan bibit, dikeluarkan oleh produsen benih di Jalan Mangesti No. 4 Sukoharjo, Jawa Tengah, kadar air bibit 9,9 persen.

Untuk memastikan kualitas bibit kedelai bantuan pemerintah pusat, Eef mengatakan Senin (18/4/16) besok pihaknya akan melakukan uji dengan menanam di sebidang tanah. Menurutnya, jika memang kualitas baik, bibit kedelai sudah akan tumbuh seperti kecambah tiga hari kemudian, Rabu (20/4/16).

Baca Juga  KPUD Rohul Buka Pendaftaran Seleksi PPK

Diakuinya, petani di Desa Menaming sempat kecewa kepada dinas. Bahkan mereka pernah mengancam akan membakar bibit kedelai bantuan dari pemerintah pusat yang belum ditanam tersebut, saat pihak dinas dan kontraktor turun ke lahan mereka.

Eef mengakui petani emosi dan kecewa, karena mereka sudah banyak mengeluarkan tenaga, uang, dan waktu. Namun bibit kedelai yang diterima ternyata mengecewakan.

Sebelumnya, Kepala Dinas TPH Rohul, Mubrizal, dikonfirmasi via selulernya tidak bersedia dikonfirmasi soal keluhan petani kedelai di Desa Menaming. Ia malah mengarahkan wartawan mengutipnya dari salah satu media. (Yus)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan Masukkan Komentarmu
Silakan Masukkan Nama Disini