KONSUMSI daging sapi umumnya dianggap sebagai sumber penyakit?? kronis seperti kolesterol dan jantung. Padahal protein dan mineral dalam daging sapi justru penting menjaga massa otot dan kuit tetap kencang. Karenanya jangan takut makan daging sapi!?
Hal ini diungkap dalam acara ‘Lucky Dip Aussie Beef’. Meat & Livestock Australia (MLA) bekerjasama dengan Holycow! Steakhouse by Chef Afit dalam program Aussie Beef Festival. Program berhadiah ini ditarik undian pemenangnya, Rabu (20/05), sebagaimana dilansir detikFood. Dalam kesempatan ini di?ungkapkan juga manfaat daging merah untuk orang dewasa agar tampak awet muda dan tetap aktif.
Lucky Dip Aussie Beef Festival berlangsung di Holycow! Steakhouse by Chef Afit Cilandak Town Square. Turut hadir chef Afit Dwi Putranto, Isye Iriani dari MLA, dan Emilia Achmadi yang mengambil tiga pemenang undian paket liburan ke Singapura. Pamadi Dyan (Bekasi), Emyr (Tangerang) dan Harningsih (Jakarta) terpilih jadi pemenang. Selain itu ada juga 10 pemenang voucher hotel Novotel.
Sejak Maret sampai Mei 2015, MLA dan Holycow! Steakhouse by Chef Afit memang mengadakan promo bagi pengunjung yang membeli menu steak daging sapi Australia. Mereka bisa mengisi undian Aussie Beef Festival untuk mendapat kesempatan jalan-jalan ke Singapura bagi 3 pasang pemenang.
Selain pengundian pemenang, MLA juga mengadakan bincang nutrisi dengan topik: ”Want to stay young and active? Eat Beef!” bersama ahli gizi Emilia Achmadi. Emilia mengungkapkan perlunya konsumsi daging sapi untuk orang dewasa.
Bertambahnya usia membuat orang sering menghindari konsumsi daging sapi karena khawatir akan penyakit. Padahal jika ingin aktif dan tetap tampak muda, salah satu rahasianya adalah menyantap daging sapi. Konsumsi daging rendah lemak bisa menjaga massa otot, berat tubuh ideal dan mencegah penyakit kronis.
Salah satu penyakit yang terjadi seiring bertambahnya usia adalah Sarcopenia yaitu pelemahan atau pengecilan massa otot. Perlu hati-hati bila sudah memasuki usia 30 tahun. Massa otot akan berkurang dan diganti lemak. Tiap 10 tahun terjadi pengurangan massa otot sebesar 3-5%.
Menurut Emilia, agar sarcopenia tidak terjadi terlalu cepat tetap harus berolahraga. Namun olahraga sekeras apapun jika building block tidak ada tetap tak berhasil. Sehingga perlu konsumsi protein, baik dari hewan maupun tumbuhan.***


