Kadiskes Riau: Pemerintah Belum Terbitkan Aturan Boleh Melepas Masker

0
Ilustrasi. (f: int)

Pekanbaru, GoMediaKu.Com – Kadiskes (Kepala Dinas Kesehatan) Provinsi Riau Mimi Yulianis Nazir meminta masyarakat jangan euforia terhadap penurunan Covid-19 yang terjadi di Riau sejak beberapa waktu terakhir Pasalnya, hingga kini pemerintah belum menerbitkan aturan boleh melepas memakai masker.

Mimi menyatakan, protokol kesehatan (prokes) mesti menjadi aturan yang diterapkan oleh masyarakat. Hal ini juga berlaku bagi masyarakat yang telah menerima vaksin Covid-19 dosis lengkap. “Karena saya melihat ada sejumlah warga yang tidak patuh prokes, tidak memakai masker sembari berkumpul,” kata Mimi.

Menurut Mimi, penurunan Covid-19 di Riau harus dipertahankan bahkan harus ditingkatkan sehingga virus corona tidak lagi menginfeksi warga. Cara mempertahankannya tidak lain adalah penerapan prokes. “Masker masih menjadi hal yang penting untuk menghindari terjadinya lonjakan kasus,” tegas Mimi.

Mimi menyebut Riau bisa terlepas dari gelombang kedua Covid-19 beberapa waktu lalu karena disiplin prokes. Ditambah lagi, tingginya antusiasme warga untuk divaksin. “Terutama warga Kota Pekanbaru dan Kota Dumai, saat ini sudah mencapai 70 persen, sementara kabupaten lainnya vaksinasi juga masih digencarkan oleh pemerintah setempat,” kata Mimi, diansir Liputan6.com.

Sebagaimana diketahui, kasus Covid-19 mulai melandai di Bumi Lancang Kuning. Hal ini dapat terlihat dari angka harian kasus baru Covid-19 di Riau dalam beberapa hari terakhir yang selalu di bawah lima, bahkan hanya empat orang yang teridentifikasi positif Covid-19 pada 8 November 2021 petang.

Dari data Dinas Kesehatan Provinsi Riau, empat orang terpapar itu satu di antaranya dari Pekanbaru, dua di Kabupaten Indragiri Hilir dan satu lagi warga luar yang berkunjung. Dengan demikian, 10 kabupaten dan kota di Riau nihil kasus baru Covid-19.

Penurunan selama beberapa pekan terakhir ini membuat sebagian besar wilayah Riau menerapkan PPKM level 2. Keran aktivitas masyarakat sudah dibuka kembali, misalnya perkantoran, pusat keramaian, wisata, dan pendidikan, meskipun masih terbatas.

Baca Juga  Pertamina Lirik dan Kampar Dukung Percepatan Penanggulangan Covid-19

Di sisi lain, ada euforia masyarakat dengan kondisi ini. Di Pekanbaru misalnya, kafe ataupun tempat hiburan selalu dipadati masyarakat. Bahkan, tanpa menerapkan protokol kesehatan sehingga rawan penyebaran Covid-19.

Keadaan ini bisa memicu gelombang ketiga Covid-19 seperti yang sudah diingatkan oleh ahli epidemiologi. Hal serupa juga diingatkan berkali-kali oleh Satgas Covid-19 di Riau. (ismi)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan Masukkan Komentarmu
Silakan Masukkan Nama Disini