Minggu, 25 Februari 2024

Waduh Tes PCR Menggila, Omicron Lebih Banyak Menginfeksi Sebut Epidemiolog

Date:

Jakarta – Epidemiolog dari Griffith University Australia Dicky Budiman mengungkapkan bahwa terdapat sejumlah pemicu tingginya permintaan tes PCR Covid-19 di tanah air di saat penyebaran varian Omicron. Dengan adanya kenaikan permintaan ini membuat terbatasnya layanan tes.

Dikutip dari laman Tempo.co, Dicky menegaskan, pada dasarnya keadaan yang terjadi saat ini, tak hanya dikarenakan sulitnya alat tersebut dicari akibat kenaikan permintaan. Namun juga karena sedikitnya tenaga kesehatan.

“Ini bisa tidak tertangani bukan hanya karena keterbatasan alat, kapasitas tapi juga bisa karena sebagian tenaga kesehatan kita terinfeksi oleh Omicrom ini,” ungkap Dicky, Sabtu, 12 Februari 2022.

Dicky berpendapat jika fenomena langkanya alat pemeriksaan tes ini tak hanya terjadi di tanah air saja. Namun juga terjadi di negara-negara yang terjangkit penyebaran varian Omicron. Sehingga, sudah terbentuk polanya.

“Ini membuat nanti ada kelangkaan alat pemeriksaan juga dan ini fenomena yang terjadi di hampir semua negara yang terdampak Omicron ini,” ujarnya.

Ia menilai, dengan adanya keterbatasan alat tes Covid-19, juga menjadi bukti jelas jika varian Omicron jauh lebih cepat penularannya jika dibandingkan varian Delta.

Belum lagi, menurutny, masyarakat di Indonesia pada dasarnya bukanlah jenis yang mudah mengeluarkan uang hanya dengan alasan untuk tes PCR. Ini berarti, kelompok masyarakat perkotaan telah semakin banyak terjangkit virus ini dibandingkan saat delta.

“Nah tingginya permintaan ini juga menunjukkan bahwa sebetulnya fakta atau data bahwa Omicron ini empat lebih banyak kasusnya dari delta. Ini yang terbukti,” kata Dicky.

Beberapa fasilitator layanan tes real time polymerase chain reaction (RT-PCR) mengalami kenaikan permintaan pada bulan ini. Malahan salah satu penyedia layanan seperti Bumame Farmasi sampai memberikan pengumuman diberlakukannya kuota harian PCR.

Baca Juga  Wakil Ketua DPRD Riau Hardianto Sarankan Dorong Masyarakat untuk Menjalani Vaksinasi

Sedangkan penyedia lain semisal, Kalbe Farma, mengakui memang terjadi lonjakan jumlah permintaan pada Februari 2022. Walau demikian, Kalbe Farma tidak melakukan pembatasan kuota harian.

“Di bulan Februari ini ada peningkatan jumlah tes PCR di sekitar 1000-2000 tes per hari,” ungkap Presiden Direktur Kalbe Farma Vidjongtius saat dihubungi, Jumat, 11 Februari 2022.

1 KOMENTAR

  1. Pemerintah harus bijang jangan mengada2 viruslagi masarakat udah capek dengan adanya virus 2 karna adanya ini ril orang menggal di rawat di rumah sakit yg di rawat di rumah 99 sehat gak ada apa2 udahlah stoop isu2 biar masarakat hidup tenang menikmati keindahan alam semesta wasalam

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Listrik Andal, Puncak Perayaan Hari Pers Nasional Tahun 2024 Berlangsung Sukses

Jakarta, GoMediaku.com - Hari Pers Nasional (HPN) 2024 dengan...

Hadiri Peragaan Manasik Haji Para Santri, Ini Harapan Bupati Siak Alfedri

Siak Sri Indrapura, GoMediaku.com - ”Kami mengapresiasi Ketua Ikatan Guru...

Jokowi Sudah Teken Perpres Nomor 32/2024, Ketum JMSI Ingatkan Hal Ini

Jakarta, GoMediaku.com -- Peraturan Presiden No. 32 Tahun 2024...

Hadiri HPN 2024 di Jakarta, Kadis Kominfo Siak: Terus Sajikan Produk Jurnalistik Berkualitass

Jakarta, GoMediaku.com - Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten...