Tekanan Ekonomi dan Tak Dekat dengan Anak Bikin Ayah Baru Rentan Depresi

0

JAKARTA, gomediaku.com-Depresi pasca melahirkan atau baby blues selama ini memang berkaitan erat dengan kondisi psikis ibu yang baru melahirkan. Namun, karena adanya tekanan ekonomi dan kurangnya waktu berkualitas bersama si kecil, baby blues pun rentan dialami oleh para ayah.

Peneliti di Oxford University menuturkan kurang lebih 10 persen ayah baru mengalami depresi selama enam bulan pasca anak mereka lahir. Sayangnya, sangat sedikit dukungan yang harusnya diberikan oleh tenaga kesehatan atau bahkan keluarga, demikian dikatakan salah satu peneliti, Dr Anna Machin dari departemen psikologi eksperimental Oxford University.

Untuk mengetahui baby blues yang dirasakan ayah baru, Machin melakukan interview terhadap 15 orang ayah baru dalam periode delapan bulan, dimulai sejak sebelum anak mereka lahir. Di bulan-bulan awal, para pria merasa optimistis dan idealis. Namun, mereka mulai menunjukkan gejala depresi dalam masa enam bulan setelah si anak lahir.

”Di sisi lain ayah ingin juga dekat dengan anaknya tetapi di sisi lain juga ia memikul tanggung jawab untuk bisa memenuhi kebutuhan anak dan istrinya. Apalagi, kehadiran anak juga bisa menimbulkan masalah dalam perkawinan jika memang suami dan istri tidak bisa bekerja sebagai sebuah tim,” kata Machin, dikutip dari Daily Mail, Jumat (22/5/2015), sebagaimana dilansir detikHealth.

Lebih lanjut, Machin mengatakan pola budaya dalam masyarakat yang mengesankan bahwa ayah hanya bertugas untuk mencari nafkah saja sedangkan urusan anak menjadi tanggung jawab ibu harus mulai diubah. Menurutnya, bagaimanapun urusan anak adalah tanggung jawab suami dan istri sebagi tim.

”Tidak perlu para pria harus menjadi sosok ayah yang sempurna misalnya seperti Brad Pitt atau David Beckham. Yang penting adalah bagaimana Anda bisa tetap bonding dengan si kecil dan berbagi tugas dengan istri. Jika perlu mintalah bantuan keluarga bahkan tenaga kesehatan,” saran Machin.

Baca Juga  Nia Daniati Bakal Gelar Konser Tunggal

Dari 15 ayah yang menjalani interview, Machin menemukan lima orang mengalami gejala depresi ringan hingga sedang pasca dua minggu si anak lahir. Sedangkan, satu orang menunjukkan gejala depresi berat. Bahkan ada satu ayah yang mengalami depresi berat karena si anak selalu menangis ketika berusaha digendong. Ada pula satu ayah yang terpaksa berhenti bekerja karena pasca melahirkan, si istri sakit hingga pria ini tidak sanggup menahan tekanan dalam masalah rumah tangganya.

”Perencanaan untuk memiliki anak mutlak diperlukan. Bicarakan dengan pasangan apa yang akan Anda berdua lakukan setelah si kecil lahir. Bagi keluarga dan tenaga kesehatan pun penting juga untuk memperhatikan kondisi sang ayah serta memberi mereka dukungan, tidak hanya berfokus pada keadaan ibu dan bayi saja. Bagaimanapun untuk merawat anak kerja sama ayah dan ibu sangat dibutuhkan,” tutur Machin.***

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan Masukkan Komentarmu
Silakan Masukkan Nama Disini