Vaksin dosis ketiga atau booster dari AstraZeneca-Oxford, Pfizer-BioNTech atau Johnson & Johnson yang ditambahkan sesudah dua dosis vaksin buatan Sinovac secara berarti memicu antibodi yang lebih tinggi pada penerimanya, menurut hasil sebuah penelitian.
Dikutip dari VIVA, respons antibodi terbaik terlihat saat vaksin dengan basis RNA diberikan sebagai vaksin ke tiga setelah vaksinasi lengkap dengan dua dosis CoronaVac buatan Sinovac, ungkap para peneliti dari Universitas Oxford, Senin 24 Januari 2022.
Mereka menambahkan respons antibodi pada varian Delta dan Omicron juga tampak.
Menurut COVID-19 Vaccine Tracker, vaksin CoronaVac sudah dipakai di 52 negara, termasuk di tanah air.
Dari informasi produsennya, CoronaVac 51 persen efektif mencegah infeksi bergejala dan 100 persen efektif mencegah terjadinya kasus rawat inap dan penyakit parah.
WHO menjelaskan vaksin COVID-19 yang memiliki efektivitas sedikitnya 50 persen akan membantu mengendalikan pandemi. (VIVA)