Bunuh Mantan Majikan, TKW di Taiwan Terancam Hukuman Mati

0

TAIWAN, gomediaku.com-Seorang pekerja asal Indonesia terancam hukuman mati di Taiwan. Dia dituduh membunuh mantan majikannya di Zhubei, Hsinchu, Taiwan.

Seperti dilansir dari surat kabar The China Post, Rabu (20/5), dirilis merdeka.com, mereka hanya mendapatkan informasi pekerja Indonesia dikenal sebagai Ani. Dia diduga membunuh pemilik kedai sarapan pagi karena merasa diperlakukan tidak adil dan dipotong gajinya oleh korban.

Dari hasil interogasi dilakukan oleh pihak kepolisian setempat pada Senin (18/5), Ani mengaku diperkenalkan oleh salah seorang agen kepada korban, Lin Ting-yi, pada Agustus tahun lalu. Korban kemudian mulai mempekerjakan pelaku dengan upah dijanjikan sebesar NTD 26 ribu per bulan. Tetapi, pada Desember 2014, Ani dipecat.

Kepada polisi, Ani mengaku menikam Lin dengan pisau khusus buat menyantap steak sebanyak tiga kali pada bagian dada kiri. Selepas membunuh dia melarikan diri pada Senin (18/5) dini hari.

Peristiwa itu terjadi di pintu masuk kedai milik korban. Lin ditemukan oleh pekerja toko lain dan langsung dilarikan ke rumah sakit. Tetapi jiwa Lin tidak bisa diselamatkan akibat kehabisan darah.

Ani mengaku melakukan perbuatan itu karena tidak tahan diperlakukan tidak adil selama bekerja kepada korban. Bahkan korban menganggap Ani mengalami gangguan mental dan sering disebut bodoh, sampah, dan anjing. Ani memutuskan membalas dendam dengan membunuh Lin.

Ani juga mengaku bekerja kepada Lin selama hampir setengah tahun dan hanya menerima upah NTD 22 ribu, lebih rendah dari dijanjikan korban sebesar NTD 26 ribu per bulan. Tetapi hal itu bukan pemicu Ani membunuh Lin. Dia nekat menghabisi mantan majikannya karena sakit hati.

Suami Lin menyatakan, Ani bekerja secara ilegal sejak Agustus 2014. Pada saat itu, menurut suami korban, pelaku mulai menunjukkan tanda-tanda gangguan mental. Seperti sering bicara sendiri sehingga pada akhirnya korban memecatnya.

Baca Juga  ISIS Telanjangi Gadis Perawan Cantik Buat Dijual di Pasar Budak

Seorang kerabat Lin mengatakan, korban selalu membayar upah Ani tepat waktu saban bulan melalui agennya. Tetapi, dia tidak tahu apakah agen itu memberikannya kepada Ani atau tidak.

Dari hasil pemeriksaan pihak kepolisian terhadap jasad korban kemarin, Selasa (19/5), pelaku tidak hanya menusuk ulu hati Lin, tapi juga memelintir pisau. Menurut polisi, Ani menggunakan sarung tangan saat membunuh Lin dan sempat membersihkan pisau setelah melakukan pembunuhan.

Ani kemudian dibawa ke Kejaksaan Hsinchu. Jaksa Liao Fang-hsuan mengatakan, Ani terancam tuntutan hukuman mati.***

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan Masukkan Komentarmu
Silakan Masukkan Nama Disini