Beranda Riau Pisah Dengan Pertamina, BSP Siap Ambil Alih Blok CPP

Pisah Dengan Pertamina, BSP Siap Ambil Alih Blok CPP

0
2479
Ilustrasi WK Rokan Operasikan Rig ke-19, Terbanyak di Indonesia

Gomediaku.com, Pekanbaru – Pasca berpisah dengan Pertamina, PT Bumi Siak Pusako (BSP) dengan tegas siap mengambil alih pengelolaan Wilayah Kerja Migas Coastal Plains and Pekanbaru (Blok CPP) yang rencananya akan dimulai pada 9 Agustus 2022 nanti.

Seperti yang diketahui, sebelumnya CPP Blok dikelola oleh Badan Operasional Bersama (BOB) PT BSP dengan Pertamina Hulu selama jangka waktu 20 tahun.

Kepala Departemen Humas SKK Migas Perwakilan Sumbagut Yanin Kholison pada saat silaturahmi dan temu media bertempat di Hotel Royal Asnof, Pekanbaru, Selasa (5/7/2022) sore, mengungkapkan beberapa harapannya pada PT BSP yang mana diketahui akan mulai mengelola sendiri CPP Blok pada 9 Agustus nanti setelah berpisah dengan Pertamina.

Selain itu Hanin mengatakan jika alih kelola WK CPP Blok yang akan dilakukan pada waktu dekat terasa spesial, sebab kegiatan operasional bersama (BOB) akan melepaskan 20 tahun kebersamaan kerjasama antara salah satu badan usaha milik daerah (BUMD) yang mana dalam hal ini PT BSP dengan Pertamina Hulu.

Hanin juga menjelaskan bahwa selama 20 tahun banyak peran penting dilakukan BOB dan dengan demikian ia turut berharap BSP ke depan bisa lebih berprestasi, di mana harapannya adalah bisa mencapai target produksi 1 juta barel/hari. Sedangkan saat ini produksi BOB baru mencapai sekitar 700 ribu barel/hari.

Tak hanya itu, ia turut berharap khusus kepada BOB supaya segera menuntaskan komitmen sisa pengeboran minyak di tujuh sumur minyak dari 15 sumur hingga Agustus nanti.

Dilain pihak, Pjs. General Manager BOB PT BSP-Pertamina Hulu Airlangga Pratama Akbar seperti dilansir dari cakaplah.com mengungkapkan bahwa secara teori ada sejumlah 1.951 juta barel minyak di bawah perut bumi provinsi Riau. Tetapi tak semua bisa dimbil. Nilai ini berpotensi bertambah lebih besar seiring dengan perkembangan teknologi.

Baca Juga  Totalitas Pemko Pekanbaru Atasi Kasus Covid-19 yang Terus Meningkat

CPP Blok sendiri hingga kini sudah berumur 50 tahun. Pertama kali ditemukan di lapangan Kasikan. Airlangga mengatakan jika CPP Blok telah memberikan peran besar untuk seluruh rakyat Indonesia, termasuk dengan adanya penyelenggaraan program CSR kepada masyarakat.

Selain itu Airlangga juga mengaku jika pada saat ini produksi minyak di seluruh dunia sedang turun. BOB diharapkan mampu bekerja keras apalagi dalam menuntaskan dua pekerjaan besar pengeboran dan perawatan sumur.

“Semuanya membutuhkan biaya dan teknologi tinggi sehingga dapat menahan laju penurunan,” jelasnya.

Meski demikian, tantangan operasi yang dihadapi di CPP Blok ke depan adalah adanya kesulitan mendapatkan kepastian pembebasan lahan. Selain itu ada pula kendala lain semisal faktor alam yakni banjir, kebakaran hutan, serta adanya ancaman hewan buas.

Sementara itu Sekretaris Perusahaan Riki Hariansyah diawal pemaparannya menjelaskan bahwa sejarah berdirinya PT BSP pada 17 Oktober 2001. Riki juga turut menceritakan bagaimana sejarah panjang dan penuh lika-liku perjuangan supaya BUMD di Riau bisa mendapatkan hak mengelola hasil migasnya.

Riau patut bersyukur sebab pemerintah sudah memberikan kepercayaan kepada BUMD untuk mengelola minyak di daerah. Dalam periode bekerjasama dengan Pertamina, PT BSP sudah mendapatkan transfer ilmu dan pengetahuan.

Riki sangat optimis jika PT BSP akan bisa meningkatkan produksi minyak di WK CPP Blok sesudah BUMD yang sahamnya dipegang oleh Pemprov Riau, Pemkab Siak, Pemkab Kampar, Pemkab Pelalawan dan Pemko Pekanbaru ini bisa mengelola ladang minyak bumi secara penuh atau 100 persen tanpa berada di bawah payung BOB dan bekerjasama dengan Pertamina.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini