BAGANSIAPIAPI, gomediaku.com-Wan Ahmad Saiful mengambil formulir pendaftaran untuk calon bupati dan calon wakil bupati di Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Rokan Hilir. Dia berniat maju untuk memperbaiki Rohil kedepan.
Pengambilan formulir dilakukan, Rabu (25/3/15) di kantor DPC PKB Jalan Kecamatan, Bagansiapiapi, diserahkan tim penjaringan.
Dipilihnya PKB sebagai perahu pengakuannya disela-sela pengambilan formulir, karena PKB memang dihatinya, dan akan mengembalikan formulir secepatnya.
”Saya berazam, bernawaitu di hati, ingin jadi calon bupati, atau calon wakil bupati, dari partai PKB ini, dengan niat, bagaimana memperbaiki Rohil kedepan,” kata Wan yang sudah magister jebolan UNRI tersebut.
Memperbaiki Rohil kedepan bukan mudah, dalam analisanya, system pemerintahan, pengelolaan keuangan, terutama sumber daya manusianya.
”Sumber daya manusia dalam setahun, belum bisa mengembalikan, the real komparasi arti pemerintahan itu,” katanya yang juga sudah pernah menjadi tujuh kali kepala dinas.
Untuk itu, jika dirinya jika menjadi wakil bupati membantu bupati, harus kuat menyarankan kepada bupati memperbaiki sisi pemerintahan dan sistem pengelolaan keuangan.
Selanjutnya Wan Ahmad Saiful mengatakan, pembangunan yang akan datang betul-betul menyentuh kepada mayarakat, terutama ekonomi masyarakat.
”Selama ini, ekonomi masyarakat itu kurang kita perhatikan, misalnya padi, kita menghasilkan padi, tapi tidak menghasilkan beras, nanti padi hasil dari kita, beras juga harus ada dari Rohil,” sebutnya yang juga pernah menjadi Kepala Badan Ketahanan Pangan .
Termasuk, tanah-tanah terlantar yang tidak produktif, sewaktu dirinya menjadi Kepala Dinas Kehutanan, sudah didata pada tujuh kecamatan, terdapat 27,4 ribu hektar yang perlu digarap untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.
Yang terpenting tambahnya, pembinaan, SDM pegawai, pejabat dan pembinaan umat. ”Kebetulan dipundak saya ini, amanah Ketua Majelis Ulama Indonesia, saya risau dengan keadaan umat Islam itu sendiri,” katanya yang juga Ketua MUI Rohil dua periode.
Pembinaan umat dimaksudnya, ada titik-titik dijadikan tempat magrib mengaji. ”Artinya, Dinas Pendidikan, seimbang dengan pembinaan akhlak kemasyarakatan. Pembangunan fisik, seimbang dengan pembangunan akhlak itu,” sebutnya yang juga pernah menjadi Ketua Dewan Pimpinan Muhammadiyah Rohil tersebut.
Ketika ditanya memanfaatkan potensi alam yang ada, dia akan menginventarisir dan melanjutkan pembangunan, benar-benar bekerja, tidak asal bunyi, apa yang dibicarakan, harus dibuktikan.
”Misalnya dibidang pemerintahan selama ini, 15 tahun Rohil, batas-batas kecamatan saja, sepengetahuan saya belum ada selesai. Jadi bidang pemerintahan, bidang kemasyarakatan, bidang pembangunan. Karena sebagai pejabat pemerintah itu mulai dari bupati, wakil bupati, camat, kelurahan, penghulu, dia sebagai administrator pemerintahan, sebagai administrator kemasyarakat dan administrator pembangunan,” ujarnya yang pernah menjadi camat diempat tempat. (andi)