BAGANSIAPIAPI, gomediaku.com-Wakil Bupati Rokan Hilir Erianda.Tinjau Pelaksanaan Ujian Nasional ( UN ) Di Enam Sekolah di Kecamatan Bangko Pertama Kali di Tinjau SMAN 1 Bangko, MAN Negeri Bagansiapiapi, Perguruan Methodist, SMA Muhammadiyah, Perguruan Wahidin dan SMAN 2 Bangko dan SMK Negeri 1 Bangko.
Peninjauan Ujian Nasional Dilaksanakan Senin (13/4/15) Pagi.Pada peninjauan itu,Wabup Erianda Didampingi Plt.Sekda Drs.H.Surya Arfan.Msi,Kepala Dinas Pendidikan Ir.H.Amiruddin.MM,Kakan Kemenag Rohil H.Agustiar.Sag dan Kapolsek Bangko Kompol.Nurhadi.
Wakil Bupati Rohil Erianda mengatakan dalam peninjauan Ujian Nasional di hari pertama semuanya terlihat lancar.dan hanya ada beberapa siswa yang tidak mengikuti ujian nasional dengan alasan yang belum tahu apakah sakit atau ada halangan lainnya.
”Itu Semua hanya pihak sekolah saja yang tahu.alhamdulillah semuanya berjalan dengan lancar,” Kata Erianda.
Erianda berharap kepada seluruh siswa/siswi yang sedang mengikuti ujian nasional untuk tidak keluar pada malam hari. ”Belajarlah yang tekun,rajin dan yang paling utama hindari narkoba itu yang kami harapkan,jangan sampai terjadi hal itu,” Harap Erianda.
Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Rohil, H.Amiruddin mengatakan Ujian Nasional Tahun 2015 tingkat SMA, Madrasah Aliyah dan SMK diikuti lebih kurang 7830 Siswa/siswi. “Itu semua seluruh kecamatan yang ada di Rohil,” jelasnya.
Amiruddin menambahkan sampai saat ini belum ada laporan dari pihak sekolah tentang kekurangan soal maupun kesalahan dalam memberi materi jawaban.Dan untuk beberapa siswa yang tidak mengikuti ujian. ”Kalau namanya sudah terdaftar didaftar UN tapi tidak bisa mengikuti namun nanti akan ada ujian susulan,” kata Amiruddin.
Peninjauan UN di hari pertama di Kecamatan Bangko terdapat 2 siswa SMAN 1 Bangko tidak mengikuti ujian dan 2 siswa di SMAN 2 Bangko dan terakhir SMKN 1 Bangko 1 Siswa. ”Untuk pegawas ujian dilibatkan seluruh guru yang ada di kabupaten Rokan Hilir sesuai intruksi dari mementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Tapi sistem pengawasannya sistem silang, contohnya guru SMA 1 mengawas di SMA 2,” terangnya.
Ujian Nasional ini tidak menentukan kelulusan sekolah,ini hanya untuk pemetaan oleh Kemendikbud terhadap kemampuan anak didik pada ujian ini. ”Dari situ bisa memetakan kemampuan anak didik dari daerah timur, barat dan tengah. UN ini hanya sebagai pemetaan dan persyaratan masuk ke Perguruan Tinggi,” katanya.(andi)