Penuhi Kriteria MABIMS, Kemenag: Posisi Hilal Idul Fitri 1443 H Telah Terlihat Secara Hisab

0
2344
Penuhi Kriteria MABIMS, Kemenag Posisi Hilal Idul Fitri 1443 H Telah Terlihat Secara Hisab

Gomediaku.Com, Jakarta – Kementerian Agama (Kemenag) akan menggelar sidang isbat penentuan 1 Syawal 1443 H atau Idul Fitri 1443 H inshallah pada Ahad (1/5/2022) nanti. Jika di lihat secara hisab, posisi hilal dinyatakan telah memenuhi kriteria terbaru MABIMS (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura) disaat pelaksanaan sidang isbat itu.

Dilansir dari detik.com, Dirjen Bimas Islam Kemenag Kamaruddin Amin mengungkapkan bahwa letak hilal di tanah air telah mencapai ketinggian 4 derajat 0,59 menit hingga 5 derajat 33,57 menit pada 29 Ramadan 1443 H atau 1 Mei 2022. Pada sudut elongasi dari hilal pun dinyatakan telah mencapai antara 4,89 derajat hingga 6,4 derajat.

“Artinya, secara hisab, pada hari tersebut posisi hilal awal Syawal di Indonesia telah masuk dalam kriteria baru MABIMS,” ungkap Dirjen Bimas Islam Kemenag Kamaruddin Amin saat memberi keterangan, Senin (25/4/2022).

Sebagai informasi, syarat posisi hilal yang dianggap telah memenuhi berdasarkan kriteria terbaru MABIMS di mana hilal sudah mencapai ketinggian minimal 3 derajat dengan sudut elongasi 6,4 derajat. Sebelumnya, kriteria MABIMS hanya menetapkan tinggi hilal dengan nilai minimal 2 derajat dengan sudut elongasi 3 derajat.

Kemenag sendiri rencananya akan menggelar sidang isbat penentuan Idul Fitri 1443 H di Auditorium HM Rasjidi Kementerian Agama. Sama pada tahun sebelumnya, proses sidang isbat akan memakai sistem perhitungan astronomis atau hisab dan rukyatul hilal atau pengamatan hilal di 99 titik lokasi di seluruh tanah air.

“Posisi hilal Syawal akan dipresentasikan oleh Tim Unifikasi Kalender Hijriyah yang selanjutnya menunggu laporan rukyat dari seluruh Indonesia,” jelas Kamaruddin.

Metode hisab biasa digunakan sebagai informasi awal, lalu hasil pengamatan hilal nantinya akan digunakan untuk mengonfirmasi terhadap hasil hisab dan kriterianya. Gabungan hasil keduanya, kata Guru Besar Ilmu Hadis UIN Alauddin Makassar ini, akan dimusyawarahkan pada sidang isbat.

Baca Juga  Peran Media Siber penting wujudkan Kawasan Tanpa Rokok

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga menyatakan adanya potensi hilal yang tampak pada pelaksanaan sidang isbat. Pihaknya menyebut, konjungsi (ijtimak) pada awal bulan Syawal 1443 H di Indonesia telah terjadi sebelum matahari terbenam pada Ahad (1/5/2022) pukul 03.27 WIB atau 04.27 WITA atau 05.27 WIT.

Sedangkan tinggi hilal saat matahari terbenam berkisar antara terendah dengan nilai 3,79⁰ di Merauke (Papua) hingga dengan tertinggi sebesar 5,57⁰ di Sabang (Aceh),” ungkap Kepala Pusat Seismologi Teknik, Geofisika Potensial dan Tanda Waktu BMKG, Rahmat Triyono

Selain itu, elongasi saat matahari terbenam terkecil terjadi sebesar 4,88⁰ di Oksibil (Papua) hingga dengan terbesar 6,35⁰ di Sabang (Aceh). Berikut juga didapat data umur bulan saat matahari terbenam, selisih terbenamnya matahari dan bulan, hingga kecerlangan bulan saat matahari terbenam.

Menurut data tersebut, Rahmat menyatakan hilal Idul Fitri 1443 H dapat terlihat pada Ahad (1/5/2022). Dengan catatan, hal itu masih bergantung dengan kondisi cuaca saat pengamatan di lokasi pengamatan hilal. (Detik/ AP)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini