Beranda Advertorial Legislatif Ribuan Warga Ujungbatu Ikuti Tradisi Balimau Cono Jelang Ramadhan

Ribuan Warga Ujungbatu Ikuti Tradisi Balimau Cono Jelang Ramadhan

0

ROHUL, gomediaku.com-Memasuki Bulan suci Ramadhan 1436 Hijriyah, ribuan warga di Kecamatan Ujungbatu, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) mengikuti tradisi ”Balimau Cono,” Selasa (16/6/15) sore. Biasanya, tradisi membersihkan diri dengan air limau dilakukan sebelum masuknya bulan puasa.

Tradisi dilaksanakan di Gedung Lembaga Kerapatan Adat (LKA) Ujungbatu dihadiri Wakil Bupati Rohul Ir. H. Hafith Syukri MM, Camat Ujungbatu Tengku Fauzan, para Tokoh Adat dan Tokoh Agama, sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rohul, serta ribuan warga Ujungbatu.

Ketua LKA Ujungbatu Datuk Bandaharo H. Hakam mengatakan Balimau Cono merupakan sebuah tradisi membersihkan diri menggunakan air limau. Berbeda dari tradisi kebanyakan, tradisi Balimau Cono juga menggunakan prosesi tepung tawar tiga warna (kuning, hijau dan merah), yang menandakan “benang bapilin tigo” yang artinya antara Pemerintah, Adat, dan Agama punya keterikatan kuat.

Air limau dicampur tepung tiga warna yang dioleskan ke kening, lalu diusapkan ke rambut adalah sebagai bentuk pembesihan diri secara zahir dan batin, sebelum memasuki bulan puasa.

Diakui Hakam, tradisi Balimau Cono merupakan taradisi turun temurun di kalangan warga Ujungbatu. Dan sampai hari ini, tradisi itu masih terjaga.

”Tradisi ini merupakan tradisi warisan leluhur dan akan terus kami lestarikan,” kata Hakam.

Sementara, Wabup Rohul Hafith Syukri yang juga putra asli Ujungbatu mengatakan bahwa tradisi Balimau Cono merupakan tradisi turun temurun anak kemenakan adat di Ujungbatu. Diakuinya, tradisi itu masih terjaga hingga kini.

Selain tradisi Balimau Cono, ungkap Hafith, warga Ujungbatu juga masih melestarikan budaya ”Menjolang Mamak”. Tradisi ini biasa dilakukan sesudah hari raya Idul Fitri. Dalam tradisi ini, warga yang lebih muda akan mendatangi tetua adat atau mamak setelah lebaran, yakni untuk silaturahmi dan meminta maaf.

Baca Juga  Kemenag RI Serahkan Izin Operasional ISQ-Syekh Ibrahim Rohul

”Tradisi ini (Manjolang Mamak) masih tetap dilaksanakan oleh masyarakat Ujungbatu meski di tengah pengaruh perkembangan tekhnologi dan komputerasasi sekarang ini,” jelas Wabup Rohul.

Balimau Cono Akan Dijadikan Wisata Adat

Saat menghadiri tradisi adat Balimau Cono dan Manjolang Mamak di Ujungbatu membuat ispirasi bagi Wabup Hafith. Diakuinya, Pemkab Rohul akan menjadikan tradisi-tradisi tersebut sebagai potensi wisata adat.

Dia berencana membuat semacam even tentang adat adat istiadat khas Rohul. Dari even itu diharapkan, para generasi mengetahui banyak seluruh warisan adat yang dilakukan para leluluhurnya.

”Tujuan lain agar warisan leluhur ini terus dilestarikan. Balimau Cono dan Manjolang Mamak bisa menjadi daya tarik wisatawan,” ujar dia.

Dalam kesemptan itu, Wabup Hafith juga mengajak warga Ujungbatu dan sekitarnya untuk terus melestarikan tradisi Balimau Cono, sehingga warisan adat istiadat tersebut tidak punah.

”Mari bersama-sama kita lestarikan seluruh adat istiadat yang ada sehingga tidak punah di era globalisasi saat ini,” ajak Wabup Rohul Hafith Syukri. (Yus\Adv\Hms)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini