Warga Batang Kumu Rohul, Tuding PT MAI Serakah Serobot Lahan Mereka

0

ROHUL, gomediaku.com-Perusahaan perkebunan Kelapa Sawit PT. Mazumo Agro Indonesia (MAI) terlalu serakah. Pasalnya sudah terlalu banyak tanah warga Desa Batang Kumu, Rohul yang diserobot oleh perusahaan perkebunan ini.

Selain itu, perusahaan ini juga tak henti-hentinya melakukan perusakan tanaman warga desa Batang Kumu di daerah kali kapuk.

Oleh sebab itu, Rabu (21/10) kemarin, puluhan warga batang kumu kembali melakukan peninjuan lahan yang sudah diserobot oleh PT MAI.

Menurut Antoni, warga Batang Kumu, bahwa lebih kurang 5800 haktar sudah dikusai oleh PT MAI, sehingga warga menilai perusahaan itu serakah dan tidak mempedulikan hak-hak warga tempatan.

Parahnya lagi, diakui M. Antoni, perusahaan bukan hanya menyerobot lahan warga. Sadisnya lagi, peeusahaan juga tidak segan-segan untuk meracuni tanaman pangan warga berupa padi, jagung, ubi dan tanaman jenia lannya.

”Kita jadi was-was untuk bercocok tanam di wilayah sungai kapuk. Takutnya nanti apa yang kita tanam malah tidak ada hasilnya,” kata Antoni, Rabu (21/10) kemarin.

Dilanjutkan Antoni, sebagai salah seorang warga Batang Kumu yang juga menjadi korban penyerobotan lahan oleh PT MAI, dirinya berharap pihak pemerintah, khususnya Pemkab Rokan Hulu (Rohul) agar bisa menyelesaikan permasalahan perusahaan dengan warga tempatan ini.

”Saat ini mereka sudah kuasai 5800 hektar. Sekarang ditambah lagi sekitar 1500 hektar. Kami saat ini hanya mempertahan sekitar 2000 hektar lahan milik warga Batang Kumu,” sambung M. Antoni.

Jika dalam waktu dekat tidak ada tindakan dari pemerintah baik Pemkab Rohul atau Provinsi maupun pusat bakal ada bentrok dan akan terjadi tumpah darah seperti sebelumnya yang sempat ada korban jiwa baik meninggal dunia maupun terluka akibat aksi brutal preman PT MAI.

”Ada yang kena bacok, ada yang kena tembak. Bahkan diduga mereka juga menyewa pasukan bayaran untuk menyerang warga,” ungkap Antoni.

Penyerobotan lahan juga dialami oleh Ralen Sihombing, yang juga meeupakan warga Desa Batang Kumu. Diakuinya, permasalahan antara warga Batang Kumu dengan PT. MAN sudah berlangsung sejak 2012 silam. Namun sayangnya pihak pemerintah tutup mata akan hal itu.

”Seharuanya pihak pemerintah prihatin akan hal ini. Apa mereka tega melihat warganya sengsara akibay ulah orang kaya (PT MAN) itu,” ungkap Ralen yang mengaku lahannya seluas 26 hektar juga di jarah oleh PT. MAN.

Sebelumnya, pertumpahan darah terjadi di daerah perbatasan Riau-Sumut, sekitar tahun 2012 silam. Bentrok terjadi antara masyarakat Desa Batang Kumu dengan PT MAI yang berada di Dusun Kuta Parit Desa Sei Korang Kecamatan Huta Raja Kabupaten Padanglawas (Sumut).

Akibatnya enam warga jadi korban tembak dan empat Brimob menjadi korban bacok. Bentrok ini didasari oleh konflik sengketa lahan yang belum tuntas, akibat belum adanya kesepakatan tapal batas Riau-Sumut yang masih berada di kawasan hutan lindung.

Kenyataan ini memicu enam warga Desa Batang Kumu menjadi korban penembakan, yang diduga ditembak oleh tenaga pengamanan yang ditugaskan di PT MAI dengan berpakaian lengkap menggunakan senjata laras panjang. (Yus)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan Masukkan Komentarmu
Silakan Masukkan Nama Disini