Waduh! WHO Minta Dunia Waspada Soal Varian Omicron

0
1352
Hadapi Varian Omicron, Satgas IDI Minta Indonesia Tidak Jemawa
Hadapi Varian Omicron, Satgas IDI Minta Indonesia Tidak Jemawa. Photo : Unsplash.com

Jakarta – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menjelaskan jika persoalan baru Omicron bisa saja meningkat 2 kali lipat selama 1,5 sampai 3 hari ke depan. Seperti diketahui, varian terbaru Corona ini telah dilaporkan menyebar di 89 negara global.

Dilansir dari detik.com, WHO mengatakan Omicron sudah meluas bersama dengan cepat di negara-negara dengan tingkat kekebalan populasi yang tinggi.

Akan tetapi, pihaknya sampai saat ini masih belum mengetahui secara jelas apakah ini didorong oleh kapabilitas virus untuk menjauhkan kekebalan, peningkatan penularan yang terkait atau gabungan pada keduanya.

WHO di awalnya menentukan varian Omicron sebagai variant of concern pada 26 November 2021, dua hari sesudah varianitu terdeteksi di Afrika Selatan.

Namun sampai saat ini diakui masih banyak yang belum diketahui mengenai varian Omicron, termasuk tingkat keparahan penyakit yang ditimbulkannya.

“Data keparahan klinis Omicron masih terbatas. Sehingga lebih banyak data diperlukan untuk memahami profil keparahan dan bagaimana tingkat keparahan dipengaruhi oleh vaksinasi dan kekebalan yang sudah ada sebelumnya”, klaim WHO dalam info terbarunya.

WHO termasuk menambahkan, keterbatasan data dari varian baru asal Afrika Selatan (Afsel) berikut memerlukan peer-reviewed lebih lanjut.

Tak hanya itu, WHO juga memperingatkan jika dengan kasus yang meningkat begitu pesat, rumah sakit bisa saja kewalahan di beberapa lokasi.

“Rawat inap di Inggris dan Afrika Selatan terus meningkat dan mengingat jumlah kasus yang meningkat pesat, ada kemungkinan banyak sistem perawatan kesehatan menjadi cepat kewalahan”, kata WHO.

Baca Juga  Hadapi Varian Omicron, Satgas IDI Minta Indonesia Tak Jemawa

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini