Di Hari Lingkungan Hidup, Siak Terima Penghargaan sebagai Kota Terbersih Nasional

0

BUPATI Siak Drs. H. Syamsuar M.Si.tersenyum manis, saat nama Kabupaten Siak disebutkan sebagai penerima piala Adipura 2016, kategori kota kecil. Menariknya, Kabupaten Siak satu-satunya kabupaten/kota di Riau yang mendapatkan penghargaan bergengsi tersebut.

“Syukur Alhamdulillah,” kata Syamsuar mengungkapkan rasa senangnya, usai menerima penghargaan tersebut yang diberikan langsung oleh Wapres RI Jusuf Kalla didampingi Menteri LHK pada perayaan puncak Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2016 di Siak, Jumat (22/7).

Hadir dalam kesempatan itu, Wakil Presiden RI Jusuf Kalla, Menteri Dalam Negeri Tajhyo Kumolo, Menristek dan Dikti, Menko Info, Gubri Arsyad Juliandi Rahman, Forkopimda Provinsi Riau, kepala derah kabupaten/kota se-Indonesia, para gubernur, pejabat Siak.

Piala Adipura ini, sudah kedua kali diterima oleh Kabupaten Siak. Awal menerima 2013 dan kini 2016. Tak hanya Adipura, pemkab juga menerima penghargaan di bidang lingkungan lainnya, seperti Adiwiyata Mandiri yang diraih oleh SMPN 6 Kandis, plakat Adipura untuk bidang taman.

Bagi Syamsuar, penghargaan Adipura bukan jadi tujuan semata. Melainkan melibatkan peran serta masyarakat akan kebersihan itulah sasaran akhirnya. Pemkab sendiri dalam berbagai kesempatan selalu mengajak, masyarakat untuk senantiasa menjaga kebersihan lingkungan. “Kita ini kota wisata, tentu harus bersih,” ujar dia.

Kebersihan kota itu mencerminkan masyarakatnya. Penilaian sebagai kota bersih telah dilakukan oleh tim yang turun langsung ke lapangan. Mereka memantau langsung baik diketahui maupun tak diketahui, terhadap objek-objek yang menjadi titik pemantauan.

Diakui, persoalan kebersihan ini, ada atau tidaknya Adipura tetap jadi perhatian oleh pemkab.

Sebab, sebagai daerah destinasi wisata kebersihan itu jadi faktor utama. Kebesihan kota membuat siapa saja yang mengunjungi menjadi nyaman dan betah. Coba saja kotanya kotor tentu membuat wisatawan dan warga tak nyaman. Kebersihan ini secara keseluruhan berdampak pada kesehatan masyarakat. Lingkungan yang bersih membuat masyarakatnya sehat.

Namun, sebaliknya jika lingkungan kotor maka, berdampak langsung pada masyarakat. “Kebersihan itu sebagian dari iman,” ujar dia, sebagaimana dilansir riaupos.co.

Karena itu, kebersihan ini senantiasa terus menerus jadi perhatian serius oleh pemerintah. Walau ada petugas kebersihan, Pemkab justru mendorong warga untuk bersama-sama menjaga kebersihan, baik itu melalui gotong-royong bersama, yang dilakukan sekali sepekan.

Peran aktif warga memberikan manfaat besar dalam menjaga kebersihan lingkungan, walaupun nanti ada petugas kebersihan, sehingga dengan sikap menjaga dan perilaku hidup sehat, lingkungan bersih sangat berarti.

”Kepada camat, penghulu, lurah saya sudah ingatkan agar menggalakkan gotong-royong di wilayahnya masing-masing,” kata dia. (adv/hms pemkab siak)

22-adipuraIMG_20160723_020855_417

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan Masukkan Komentarmu
Silakan Masukkan Nama Disini