Dengan Dukungan Berbagai Pihak, Bupati Siak Optimis Pertahankan Siak Nihil Covid-19

0
Sumber foto : pixabay.

Siak (Gomediaku.com) – Kabupaten Siak beberapa hari terakhir ini berhasil menasbihkan diri dengan capaian nol alias zero kasus terkonfirmasi Covid-19. Bupati Siak, Alfedri pun bertekad dapat mempertahankan kondisi ini.

“Alhamdulillah hingga 16 November 2021 ini, kasus terkonfirmasi positif 0, total dirawat 0, dan penambahan kasus Covid-19 juga 0. Mari kita berdoa agar Covid-19 benar-benar hilang dari negeri kita ini,” ujar Bupati Siak saat memimpin Rapat Sinkronisasi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah Kabupaten Siak, di Balairung Datuk Empat Suku Komplek Perumahan Abdi Praja, Rabu (17/11/2021).

Hadir dalam rapat ini, Wakil Bupati Husni Merza, Sekretaris Daerah Kabupaten Siak, Arfan Usman, Ketua DPRD Kabupaten Siak Indra Gunawan, Kajari Siak Dharma Bella, para Asisten, Kapolsek, Danramil, Pimpinan OPD dan Camat se-Kabupaten Siak.

Beberapa hal yang menjadi topik pembahasan dalam rapat ini. Bupati Siak Alfedri lebih memfokuskan kepada bahasan mengenai Penanganan Covid-19 dan Vaksinasi di Kabupaten Siak.

Bupati dalam arahannya menyampaikan, terkait penanganan Covid-19 di Kabupaten Siak hingga 16 November 2021 ini, kasus terkonfirmasi positif 0, total dirawat 0, dan penambahan kasus Covid-19 juga 0. Dari jumlah kasus keseluruhan sebanyak 9.682, dinyatakan sembuh 9.330, dan meninggal 352.

“Oleh sebab itu, tentu untuk penanganan Covid ini kedepan tetap harus kita terapkan prokes, terutama di lingkungan aparat kita. Dari ASN dan honorer, hingga ke perangkat kecamatan dan kampung, walaupun sudah landai namun kemungkinan akan ada varian baru,” sebutnya.

Sementara terkait dengan pelaksanaan vaksinasi, lanjutnya, dari target 70% penduduk Kabupaten Siak yaitu 344.157, sampai hari ini jumlah divaksinasi dosis 1 sebanyak 132.678 dengan persentase 38,55%. Dosis 2 87.686 dengan persentase 25,48%, dan dosis 3 sebanyak 1.797 dengan persentase 67,035%. Jumlah yang belum divaksinasi sebanyak 211.479 dengan persentase 61,45 %.

Baca Juga  Kurang dari 24 Jam, Jasa Raharja Santuni Korban Laka Lantas di Indragiri Hulu

“Stok vaksin kita ada 78.650, diharapkan dengan terlaksananya nanti vaksinasi sebanyak 78.650 ini, progres 38% bisa meningkat menjadi 56-58%. Sehingga masih ada 20% lagi yang harus kita minta vaksinnya, untuk dilaksanakan vaksinasi di tengah masyarakat dengan prioritas untuk lansia dan anak sekolah,” bebernya.

Sementara itu Wakil Bupati Siak, Husni Merza menyampaikan, terkait target pencapaian vaksinasi memang perlu ada strategi, khususnya untuk Dinas Kesehatan dan Satgas Covid-19. Menghitung dari data 38,5 % ada 132.678 yang divaksin dosis I, diperkirakan 1% saja bisa vaksinasi per hari perlu 3500 – 4500 orang yang harus di vaksin. Anggapan akhir tahun bisa efektif bekerja 30 hari, berarti akan memvaksin sekitar 104 ribu orang.

“Kalau dengan hitung – hitungan begini, jika Kadis Kesehatan dengan tim vaksinatornya bisa siap fisik, mental, dan bekerja dengan giat dalam 30 hari efektif, bisa mencapai 70% vaksinasi dosis 1 atau lebih kurang 240 ribu dari target 344,157 bisa tervaksin di akhir Desember ini. Sehingga bersisa 30 % yang bisa kita selesaikan di tahun 2022, tentu hal ini akan mempercepat target kita untuk mencapai herd immunity yang menjadi tujuan kita,” ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua DPRD Kabupaten Siak, Indra Gunawan menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Siak dan unsur Forkompinda. Yang telah melakukan penanganan dalam pencegahan penyebaran Covid-19 di Kabupaten Siak hingga angka terkonfirmasi positif menurun drastis.

“Tentunya kita tidak boleh terlena dengan wabah ini, karena kita tidak nampak wabah ini tentunya dari kita dulu. Dan kita menghimbau kepada masyarakat agar tetap mematuhi prokes,” pungkasnya.

Alfedri optimis dengan dukungan banyak pihak, ia bisa memperrahankan agar Siak nihil kasus Covid-19.

Baca Juga  Wajib Swab Dan Vaksin Jika Ingin Bepergian Saat Nataru

Ia juga bersiap dan turut mendukung pemerintah pusat yang menerapkan aturan saat libur nataru tahun 2021.

Pemerintah akan menerapkan wajib vaksin, test swab serta Pengecekan secara kata di setiap perjalanan, saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Selain itu, Pemerintah juga akan menerapkan PPKM Level 3 secara di seluruh Indonesia mulai 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022.

Menteri Koordinator Pembangunan Manusia danKebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy, mengatakan, aturan yang akan diterapkan tersebut guna menekan potensi lonjakan kasus diakibatkan meningkatnya mobilitas masyarakat pada periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Aturan itu jelasnya, diberlakukan bukan karena situasi COVID-19 di Indonesia saat ini, tapi ditetapkan dengan tujuan mengatur mobilitas masyarakat pada Nataru serta merupakan langkah strategis pemerintah dalam mengantisipasi terjadi gelombang ketiga.

“Secara umum, kondisi penanganan COVID-19 kita sangat baik, bahkan apresiasi luar negeri sangat bagus terhadap Indonesia, dan kondisi ini harus kita pertahankan,” ujar Muhadjir, Sabtu (20/11/2021) melalui KPCPEN di Jakarta.

Berdasarkan pengalaman, pergerakan manusia dalam libur panjang berpotensi menimbulkan lonjakan kasus. Untuk itu pemerintah juga perlu menetapkan kebijakan lebih ketat dan aturan-aturan.

Khusus untuk PPKM Level 3 Nataru ini, penerapannya akan diseragamkan di seluruh Indonesia dengan ketentuan yang sudah berlaku pada PPKM Level 3, serta ditambah aturan terhadap kegiatan berskala besar.

“Kegiatan yang melibatkan kerumunan besar akan diatur mulai dari dilarang sampai diperkecil peluangnya,” tegasnya.

Ia menyatakan cukup optimis implementasi kebijakan untuk Nataru dapat berjalan baik di lapangan, mengingat semua kementerian dan lembaga sudah berpengalaman sehingga sudah tahu apa yang harus dilakukan, bahkan sekarang pun sudah mulai melakukan aktivitas persiapannya.

Dalam menghadapi Libur Nataru tahun ini, menurutnya, Indonesia dinilai memiliki situasi lebih baik dibandingkan sebelumnya dengan adanya cakupan vaksinasi di atas 60 persen untuk dosis pertama, juga angka kasus, fatality rate, angka kasus aktif dalam kondisi yang landai.

Baca Juga  Babinsa Bencah Lesung Sosialisasikan 3M di Tempat Wisata Pekanbaru

“Akan tetapi kita tidak boleh jemawa dengan kondisi yang sudah kita miliki ini. Justru kita harus lebih hati-hati,” ujarnya.

Lebih jauh katanya Muhadjir, sesuai arahan Presiden, pada liburan Nataru tahun ini tidak diadakan penyekatan. Namun, pemerintah menetapkan bahwa orang yang bepergian harus dalam keadaan sehat, dengan cara memastikan status vaksinasi yang bersangkutan serta melalui hasil test swab.

“Siapa saja yang mau bepergian supaya segera menggunakan aplikasi PeduliLindungi, kemudian harus vaksin. Yang belum vaksin harus vaksin, diusahakan sudah vaksin kedua. Selain itu, sebelum berangkat juga dilakukan tes swab,” tuturnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan Masukkan Komentarmu
Silakan Masukkan Nama Disini